Liputan6.com, Tegal: Mantan Presiden Megawati Sukarnoputri dalam safari politiknya mengunjungi tempat pelelangan ikan di Kota Tegal, Jawa Tengah, Senin (19/11). Dalam kunjungannya Megawati sempat mendengarkan keluhan warga seputar tingginya harga solar. Selain itu, para nelayan juga mengutarakan kesulitannya melaut karena iklim yang beberapa pekan ini tidak bersahabat. Akibatnya, tangkapan ikan menjadi berkurang sehingga penghasilan jadi menurun.
Namun, singkatnya kunjungan Megawati ke tempat ini menyebabkan sebagian nelayan kecewa. Setelah meninggalkan Tegal, istri Taufik Kiemas ini mengunjungi Desa Bandar di Kabupaten Batang. Di desa ini warga mengeluhkan banyaknya status tanah milik pemerintah yang dulu dikelola rakyat kini beralih ke tangan para pengusaha. Ironisnya, tanah-tanah itu kini banyak yang tidak berfungsi dan sebagian lagi sudah beralih menjadi pabrik dan pemukiman sehingga petani mengalami kesulitan memperoleh air irigasi.
Rencananya hari ini Megawati dan rombongan akan berkunjung ke Blora. Sementara itu, kalangan DPR menilai perjalanan yang dilakukan Megawati merupakan hal yang wajar dan tidak melangar proses demokrasi [baca: Safari Politik Megawati Berlanjut].
Menurut Priyo Budi Santoso, Ketua Fraksi Golkar, menggali simpati di depan masyarakat adalah sah-sah saja. Ini, kata Priyo, perlu dilakukan para pemimpin atau calon pemimpin lain. Sementara menurut Syarif Hassan, Ketua Fraksi Demokrat, pemimpin yang mau mengunjungi masyarakat adalah hal biasa. Namun, dalam komunikasinya perlu memberikan informasi yang aktual dan bukan menjelek-jelekan pihak lain.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)
Tuesday, November 20, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment