Liputan6.com, Ternate: Ketegangan menyelimuti penduduk Kota Ternate. Bahkan, sepanjang hari ini (20/11), situasi kota tersebut tampak lengang setelah aparat kepolisian menetapkan status siaga satu. Sebagian besar warga memilih tinggal di rumah karena takut terjadinya kerusuhan saat penetapan hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Maluku Utara yang akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum di Jakarta [baca: Pleno Penetapan Pemenang Pilkada Malut Digelar Terbuka].
Guna mengantisipasi aksi anarkis oleh pendukung Abdul Gafur maupun Thaib Armaiyn, sekitar 1.500 polisi telah diterjunkan mengamankan Kota Ternate. Kendaraan antihuru-hara pun disiagakan di permukiman, pusat keramaian, dan kantor pemerintah daerah. Adapun selama siaga satu diberlakukan, massa dari kedua kubu hanya berkonsentrasi di kediaman setiap kandidat gubernur Maluku Utara.
Hingga petang ini, pemenang pemilihan langsung gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara belum terjawab. Pasalnya, rapat pleno yang digelar sejak pagi tadi ditunda hingga lusa atau Kamis mendatang.
Menurut anggota KPU Andi Nurfati, rapat pleno ditunda lantaran KPU pusat menemukan kejanggalan. Yakni, adanya dua berita acara pemilihan (BAP) penghitungan suara yang sama-sama asli, namun berbeda jumlah suara. Ini terjadi di Kecamatan Jailolo, Ibu Selatan, dan Sahu Timur. Selanjutnya, KPU akan memeriksa seluruh anggota Panitia Pemilihan Kecamatan dari tiga kecamatan yang bermasalah itu.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)
Tuesday, November 20, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment