Liputan6.com, Ternate: Rapat pleno penetapan hasil penghitungan suara pemilihan Gubernur Maluku Utara pada Jumat (16/11) tak membuahkan hasil. Panitia Pengawas Pemilihan Kepala Daerah dan tim sukses Abdul Gafur memprotes sikap Komisi Pemilihan Umum Provinsi Malut membekukan dan mengambil alih tugas KPU Halmahera Barat.
Baku pukul antara pendukung Thaib Armaiyn dan Abdul Gafur nyaris terjadi. Pendukung Abdul Gafur menilai KPU Malut tak berkewenangan mengubah apalagi mengotak-atik rekapitulasi hasil penghitungan suara yang sudah diplenokan KPU Halmahera Barat [baca: Rapat Pleno KPU Maluku Utara Ricuh].
Ketua Panwas Malut Thalib Abbas yang sejak awal memprotes sikap ketidaknetralan KPU akhirnya diusir dari ruang rapat. Bahkan ketika suasana persidangan sudah tidak terkontrol, Ketua KPU Malut, Rachmi Husein menutup rapat pleno tanpa memberitahukan kapan akan dilanjutkan lagi.(TOZ/Sawaludin Damopolii)
Tuesday, November 20, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment